Andong, Transportasi Wisata di Yogyakarta yang Masih Tersisa

Pada mulanya sebagai alat transportasi para bangsawan di abad XIX hingga abad XX. Sedangkan rakyatnya saat itu menggunakan dokar atau gerobak sapi. Pada masa Sultan HB VIII andong mulai digunakan oleh masyarakat umum mulai dari pengusaha dan pedagang. Saat ini andong tidak hanya sebagai pengangkut barang dan penumpang umum dari dan kepasar tapi juga sebagai sarana wisata. Tidak ada tarif yang dipatok namun semua atas kesepakatan kusir dan pengguna.

andong

Untuk wisata keliling sekitar Malioboro dan Alun-alun sewanya berkisar 30ribu hingga 200ribu. Kesepakatan ini tergantung pada jarak atau berapa banyak tempat wisata yang akan dikunjungi. Namun ada juga jalur tetap dari Kota Gede ke pasar Beringharjo pp yang taripnya berkisar 3000 per orang atau kesepakatan bersama jika mengangkut banyak barang dagangan. Andong dapat mengangkut lebih dari 5 orang penumpang bahka jika ada yang mau duduk di ‘bagasi’ belakang bisa menampung 2 orang lagi.

andong 2

Pada umumnya andong ditarik seekor kuda namun ada juga yang ditarik dua ekor kuda. Andong adalah kereta kuda beroda empat sepasang didepan dan sepasang dibelakakang yang lebih besar lingkar rodanya. Di kota Jogja andong tersedia dari pagi hingga malam hari. Tempat mangkal andong tersebar dibeberapa titik, diantaranya disepanjang Malioboro – Ahmad Yani, pasar Beringharjo, pasar Ngasem, alun-alun utara, dalem Yudhaningratan dan Kota Gede. Sedangkan ‘garasi’ andong juga tersebar terutama di selatan kota Jogja, arah jalan Bantul, jalan Parangtritis, arah Piyungan.

Mereka adalah kusir andong yang turun-temurun yang bertempat tinggal sederhana dan juga ada yang berprofesi sebagai petani. Seperangkat kereta andong dengan kondisi bagus memiliki nilai diatas 15juta rupiah. Jatah makan kuda tiap harinya berkisar 20ribu per ekor untuk rumput dan dedak. Biaya itu tidak termasuk biaya kedokter dan obat-obatan atau jamu kuat jika kudanya sakit. Demikian juga untuk keretanya, pak kusir harus menyisihkan sedikit penghasilannya untuk biaya pemeliharaan dan perbaikan ke bengkel andong. Jika terlihat ada andong yang berwarna ‘pesan sponsor’ maka pak kusir akan mendapat biaya ‘sewa tempat’ sebesar 550-700ribu pertahun dan keretanya akan dicat baru.

andong 3

Di Jogja ada beberapa bengkel andong dan salah satunya adalah bengkel andong Lima Sekawan di dusun Jetis Pandean Patalan Jetis Bantul. Pemilik bengkel ini juga turun-temurun hingga generasi ke III. Tidak hanya ‘service center’ bagi kereta andong pada umumnya, bengkel ini juga langganan keraton Jogja dalam merawat kereta koleksinya. Juga bisa menerima pesanan kereta andong design khusus mewah seharga 80juta yang saat ini sedang mereka selesaikan pesanan dari pemda.

sumber : http://rinangpramito.blogdetik.com/andong/

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS Mas nGanu

    • ayo ke Pameran !
      baru minggu lalu pameran perumahan, udah indocomtech aja sekarang… mau beli apa ya enaknya? list target sih ada external Harddisk 1 terra, LCD monitor, Notebook buat travelling, Lensa Wide…. banyak banget maunya manusia gw ini…hiks nampaknya harddisk adalah pilihan yang paling reasonable saat ini, ok lah berangkat oh iya, pameran mulai tgl 4 ini sampai […] […]
  • RSS mas Bibir

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • RSS lindaaryanti

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.